Olahraga

8 Pebulu Tangkis Indonesia Disanksi BWF, 3 Dihukum Seumur Hidup

Suarasekadau.co.id – Federasi Bulu Tangkis Global ( BWF ) mengeluarkan rilis resmi masalah hukuman untuk pebulu tangkis yang digunakan melakukan pelanggaran. Delapan dari 12 pebulu tangkis yang dimaksud melanggar merupakan pemain dengan syarat Indonesia.

Mereka adalah Hendra Tandjaya (ganda putra, ganda campuran), Ivandi Danang (ganda putra, ganda campuran), Androw Yunanto (tunggal putra, ganda putra), Sekartaji Putri (tunggal putri, ganda campuran), Mia Marwati (tunggal putri), Fadilla Afni (tunggal putri, ganda putri), Aditiya Dwiantoro (ganda putra), lalu Agriprinna Prima Rahmanto Putra (tunggal putra, ganda putra, ganda campuran).

Kedelapan pebulu tangkis Indonesia itu dihukum berat sebab terjerat tindakan hukum pengaturan laga (match fixing), lalu taruhan. Hukuman ini merupakan lanjutan dari tuduhan yang dimaksud dialamatkan untuk merek pada 2021.

Setelah diputuskan pada 2020, BWF kemudian merilis hukuman terhadap delapan pebulu tangkis Indonesia itu. Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, serta Androw Yunanto dihukum seumur hidup bukan dapat beraktivitas atau terlibat pada kegiatan bulu tangkis.

Sekartaji Putri dilarang tiada dapat mengikuti kegiatan yang digunakan berkaitan dengan bulu tangkis selama 12 tahun, atau sampai 18 Januari 2032. Selain itu, Sekartaji juga dedenda 12 ribu dollar atau sekitar Rp190,5 juta.

Kemudian, Mia Marwati kemudian Fadilla Afni ditangguhkan dari aktivitas bulu tangkis sampai dengan 18 Januari 2030. Keduanya juga dikenakan denda oleh BWF sebesar 10 ribu dollar atau sekira Rp159 juta.

Selanjutnya ada Aditya Dwiantoro yang tersebut terkena hukuman larangan tujuh tahun berkegiatan bulu tangkis hingga 18 Januari 2027, juga denda sebesar 7 ribu dollar (Rp111 juta). Terakhir, Agriprinna Prima Rahmanto Putra dihukum enam tahun sampai 18 Januari 2026 kemudian dikenakan denda 3 ribu dollar (Rp47 juta).

Semua hukuman yang mana diberikan oleh BWF berlaku sejak 18 Januari 2020. BWF memberikan waktu 21 hari untuk para pemain itu untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Related Articles

Back to top button