Nasional

Netralitas Jokowi Disorot dalam Sidang Komite HAM PBB, Kemlu Buka Suara

Suarasekadau.co.id – JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyingkap pernyataan menanggapi netralitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dalam Pilpres 2024 yang tersebut diragukan pada sidang Komite HAM pada Jenewa, Swiss pada Selasa, 12 Maret 2024. Juru Bicara Kemlu Lalu Muhammad Iqbal menegaskan bahwa sidang Komite HAM PBB yang disebutkan bersifat dialog interaktif, sehingga tidaklah memiliki wewenang untuk mengadili penyelenggaraan HAM di tempat antara negara-negara pihak.

“Sidang Komite HAM PBB mengenai Kovenan Hak-hak Sipil kemudian Politik (ICCPR) adalah konferensi rutin yang dimaksud sifatnya dialog interaktif antara Komite HAM dengan negara pihak, antara lain guna mengidentifikasi keinginan peningkatan kapasitas, bukanlah untuk mengadili pelaksanaan HAM di tempat antara negara-negara pihak,” kata Lalu pada keterangannya, Mulai Pekan (18/3/2024).

Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa Komite HAM beranggotakan 18 ahli independen yang mana dipilih melalui pemungutan ucapan pada PBB juga tidak ada mewakili pemerintah maupun badan PBB tertentu. Sehingga diperkenalkan Indonesia ke Komite HAM PBB bersifat sukarela kemudian diapresiasi oleh ke 18 negara tersebut.

“Kehadiran negara pihak pada rapat yang dimaksud bersifat sukarela, sukarela. Kehadiran Indonesia merupakan bentuk komitmen pelaksanaan kovenan hak sipil serta urusan politik secara umum, presentasi, juga penampilan Indonesia sangat diapresiasi oleh Komite HAM PBB,” kata dia.

Adapun pertanyaan yang tersebut tiada terjawab dikarenakan banyaknya pertanyaan dan juga keterbatasan waktu. Hal itu menurutnya banyak terjadi pada dialog interaktif di dalam berbagai kesempatan.

“Mengenai komentar salah satu anggota Komite HAM dari Senegal serta beberapa pertanyaan lain, memang benar tidaklah sempat ditanggapi lantaran pertanyaan cukup sejumlah dan juga waktu bukan memungkinkan. Situasi yang dimaksud kerap terjadi pada dialog interaktif seperti ini,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button