Olahraga

William Zepeda Perpanjang Rekor 30-0: Aku Siap Lawan Gervonta kemudian Stevenson

Suarasekadau.co.id – Petinju raja KO tak Terkalahkan William Zepeda menambah masa berlaku rekor menang 30-0 pasca menghancurkan Maxi Hughes di dalam The Cosmopolitan, Las Vegas, Amerika Serikat. Setelah kemenangan berhadapan dengan Maxi Hughes, William Zepeda serta promotornya, Oscar De La Hoya, menantang Gervonta Davis kemudian Shakur Stevenson .

“Saya siap menghadapi Shakur, Gervonta. Siapa pun yang ada di daftar itu, kami akan mengejarnya. Sekarang yang digunakan harus melakukan pekerjaan rumah mereka itu adalah Oscar De La Hoya,”kata William Zepeda di bahasa Inggris yang terbata-bata, setelahnya melakukan sebagian besar wawancara setelahnya pertandingan di bahasa Spanyol dengan penerjemah.

Oscar De La Hoya merespons permintaan William Zepeda dengan menegaskan petinjunya siap menghadapi siapa pun pada kelas ringan. “Kami percaya pada William,” De La Hoya menimpali. “Ia siap menghadapi siapa pun. … Shakur, jikalau Anda menonton, ayo kita mulai, ayo.”

Tentu saja, petinju seperti Gervonta Davis, Shakur Stevenson atau Vasiliy Lomachenko akan memberikan tantangan yang mana sangat lebih besar sulit dibandingkan Maxi Hughes, seseorang penantang yang digunakan andal juga terampil – namun telah dilakukan kalah di sebagian besar pertarungan naik peringkat sepanjang kariernya. Maxi Hughes dibuat tak berdaya menahan gempuran William Zepeda di area The Cosmopolitan, Las Vegas, AS, Hari Minggu (17/3/2024) siang WIB.

Pada akhir empat ronde yang mana semakin berat sebelah, juga meninjau lawannya berada dalam sisi yang tersebut salah dari kanvas yang mana tampaknya miring ini, regu pojok Hughes menghentikannya, yang mana menyokong wasit Robert Hoyle untuk melambaikan tangannya serta mengangkat tangan Zepeda. Dengan rekor 30-0 (26 KO) dengan kemenangan ini, yang disebut sebagai “final eliminator,” William Zepeda yang digunakan berasal dari Meksiko pada masa kini menjadi perebutan dua sabuk juara kelas ringan – satu dipegang oleh Gervonta Davis juga satu lagi akan direbut oleh pemenang laga antara Vasiliy Lomachenko vs GeorgeKambosos pada 11 Mei.

Dalam pertarungan para petinju kidal, Hughes, 34, memulai dengan baik, melayangkan jab ke arah Zepeda, berputar-putar dengan kelasnya dalam ronde pertama, menunjukkan keahlian juga rencana permainan ketika ia hampir mengimbangi pria yang tersebut digambarkan oleh penyiar Todd Grisham sebagai “petarung dengan hasil yang digunakan paling mengesankan pada dunia tinju.” Namun, Zepeda mungkin saja unggul tipis pada ronde pembuka tersebut, serta dengan cepat menjadi lebih lanjut berat sebelah pasca itu.

Dengan persentase KO Hughes yang tersebut rendah, Zepeda tidak ada peduli dengan pukulan yang dimaksud datang padanya juga mampu menerjang forward tanpa henti. Ia meningkatkan serangan ke arah tubuh pada ronde kedua juga nampak melukai Hughes pada bagian bawah. Pada pertengahan ronde, Hughes mulai kehilangan tekniknya.

Petinju Inggris itu progresif pada ronde ketiga untuk mencoba mengatur waktu lalu menyerang balik Zepeda, namun ketika “Camaron” mulai menyarangkan pukulan kanan ke arah tubuh, Hughes berada pada kedudukan bertahan. Pada ronde keempat, mata kirinya mulai tertutup kemudian ia hampir tiada dapat membalas pukulan. Lengan Zepeda tak berhenti bergerak, lalu ia nampak melukai Hughes dengan sebuah uppercut kanan.

Tim pojok Hughes, yang mengetahui bahwa Zepeda dapat mempertahankan ritme yang dimaksud sepanjang malam, segera menunjukkan belas kasihan ketika serangan mereka itu terjungkal ke melawan kanvas. Menurut CompuBox, Zepeda mendaratkan 161 dari 408 pukulan, dengan rata-rata 102 pukulan lalu 40 pukulan mendarat per ronde. Serangan Hughes tidaklah buruk – ia mencatatkan 53 dari 221 pukulan – namun dari segi pertahanan, ia tidak ada miliki jawaban.

Tentu saja, hal ini bukan membantu Hughes, oleh sebab itu dua minggu sebelum pertarungan, ia mengalami permasalahan visa, mimpi buruk perjalanan lalu penundaan kedatangannya di area Vegas selama seminggu. Kemenangan Zepeda sangat sangat jauh lebih lanjut baik dibandingkan dengan apa yang dimaksud dijalankan Kambosos pada waktu melawan Hughes bulan Juli lalu, ketika mantan juara dunia selama Australia itu menang hitungan mutlak 12 ronde.

Related Articles

Back to top button