Otomotif

Terbukti Mabuk, Pengemudi Xpander Tabrak Porsche 911 GT3 Tidak Bisa Dikover Asuransi?

Suarasekadau.co.id – JAKARTA – Mobil Mitsubishi Xpander bikin heboh pasca menabrak showroom Ivan’s Motor di tempat kawasan PIK 2, merusakan pintu kaca juga menciptakan remuk Porsche 911 GT3 yang dipamerkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp5,7 miliar. Bisakah dikover Asuransi?

“Sesuai yang dimaksud tercantum pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 2 Keamanan Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga, kejadian mobil menabrak showroom mobil mewah yang disebutkan dapat dicover kemudian ditanggung pihak asuransi apabila mobil yang mana menyebabkan kerugian memiliki perluasan jaminan Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga (TJH Pihak Ketiga),” ujar Laurentius Iwan Pranoto selaku Head of PR, Marcomm, and Event Asuransi Astra.

Menurut Iwan, perusahaan asuransi akan memberi ganti kerugian menghadapi kerugian yang diderita pihak ketiga yang tersebut disertai adanya tuntutan berbentuk kehancuran harta benda, yaitu pada perkara ini, kecacatan pada area showroom juga mobil mewah yang tersebut terkena dampak kerugian.

Juga, penggantian biaya terapi yang digunakan dibayarkan untuk pihak ketiga, santunan menghadapi cidera badan dan/atau menyebabkan kematian pada pihak ketiga, dengan aturan sesuai dengan khasiat maksimum yang tersebut diambil di batas limit perluasan jaminan TJH Pihak Ketiga kemudian tercantum pada polis.

Meski demikian, Iwan menyampaikan ada 4 hal yang tersebut perlu dipastikan kembali sebelum mengajukan klaim. Antara lain:

1. Keamanan asuransi yang digunakan dipegang Tertanggung, mempunyai Perluasan Pemastian Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga.

2. Limit maksimum penggantian tuntutan faedah TJH Pihak Ketiga sesuai yang mana dipilih juga tercantum pada Polis.

3. Harus ada tuntutan dari Pihak Ketiga dan juga yang digunakan mengalami kerugian bukanlah merupakan pihak yang mana berkaitan dengan tertanggung seperti suami atau istri, anak/ahli waris, orang tua atau saudara sekandung, orang tua dan juga lainnya.

4. Penyebab kejadian merupakan risiko yang tersebut dijamin pada Polis dan juga bukanlah merupakan pengecualian polis.

Seperti tercantum di area PSAKBI Bab II Pasal 3, pengecualian itu meliputi tindakan sengaja pengemudi atau dikemudikan oleh orang yang tidaklah miliki SIM.

Related Articles

Back to top button