Nasional

Guru Besar Hukum Tata Negara Unpad: Anwar Usman Tak Bisa Ikuti Sidang Sengketa Pemilihan Umum

Suarasekadau.co.id – JAKARTA – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Susi Dwi Harijanti menegaskan Anwar Usman tak dapat mengikuti sidang sengketa pemilihan 2024. Alasannya, Anwar Usman memiliki conflict of interest dengan keponakannya yang tersebut juga Cawapres Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau kita bicara mengenai komposisi hakim, komposisi hakim nanti kalau gugatan pilpres. Maka Pak Anwar Usman itu bukan boleh kemudian memeriksa menjadi salah satu majelis hakim,” kata Susi, Hari Sabtu (16/3/2024).

Susi menjelaskan, alasan Anwar Usman tak dapat menjadi hakim di gugatan pemilihan umum sebab memiliki conflict of interest dengan salah satu pasangan calon presiden Gibran Rakabuming Raka yang digunakan merupakan keponakan Anwar Usman. “Karena ada conflict of interest sebab ada keponakannya Gibran,” jelasnya.

Susi menegaskan, apabila Anwar Usman masih dipaksakan masuk ke di hakim yang tersebut menguji sengketa pemilihan umum akan menyebabkan berbagai prakiraan juga pertanyaan berhadapan dengan keberpihakan MK. Padahal seharusnya fokus pada gugatan itu adalah pihak tergugat kemudian pihak penggugat. “Artinya ia yang digunakan diperdebatkan bukanlah pihak yang pihak itu kan KPU nanti dengan penggugat itu,” jelasnya.

Susi menilai, penggugat mempunyai pekerjaan rumah yang tersebut besar dikarenakan harus membuktikan perkembangan kecurangan yang dimaksud terstruktur, sistematis, juga masif. Dalam keterangan masif misalnya, penggugat harus membuktikan kecurangan terjadi secara meluas, kemudian terstruktur memang benar direncanakan, kemudian sistematis.

“Jadi itu harus dibuktikan. Nah inilah pembuktian ini yang digunakan membutuhkan satu kerja-kerja yang tersebut luar biasa bagi dia yang tersebut menggugat hasil pemilu,” katanya.

Related Articles

Back to top button