Teknologi

TikTok Terancam Keluar dari AS, China Siap Melawan

Suarasekadau.co.id – BEIJING China menuduh Amerika Serikat (AS) menindas TikTok pasca Dewan Perwakilan Rakyat negara yang disebutkan mengeluarkan RUU yang tersebut dapat melarang perangkat lunak tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengungkapkan Amerika Serikat tak pernah menemukan bukti bahwa TikTok mengancam keamanan nasional.

“Perilaku penindasan seperti ini tak dapat terjadi di persaingan yang sehat serta mengganggu aktivitas perusahaan normal perusahaan.

“Ini juga merusak kepercayaan penanam modal internasional. Pada akhirnya, situasi ini pasti akan kembali ‘menggigit’ mereka (AS) sendiri,” tegas Wenbin.

Pada hari Rabu, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang yang tersebut akan memberi waktu enam bulan untuk pemilik TikTok, ByteDance, untuk berjualan aset perusahaannya terhadap penanam modal dalam AS.

Dengan pemasaran aset perusahaan terhadap pemodal AS, maka secara langsung memutuskan hubungan dengan pemerintah China atau menghadapi larangan.

RUU yang dimaksud disetujui dengan kata-kata 352-65, yaitu 15 ucapan dari Partai Republik dan juga 50 pernyataan dari Partai Demokrat yang tersebut menentangnya, juga menarik perhatian media Tiongkok.

Faktanya, beberapa surat kabar dalam negara yang disebutkan menerbitkan kartun yang mana mengolok-olok upaya Negeri Paman Sam untuk melarang TikTok.

Sebagai catatan, TikTok dimiliki oleh perusahaan yang dimaksud terdaftar pada Kepulauan Cayman yang berbasis dalam Beijing, Byte Dance.

Related Articles

Back to top button