Olahraga

Indonesia Harusnya Contek Pengembangunan Olahraga dalam Korea Selatan dan juga Thailand

Suarasekadau.co.id – Indonesia diminta belajar dari Korea Selatan juga Thailand mengenai pengembangan olahraga . Hal sebagaimana disampaikan Pengamat Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta, Asep Kamaluddin Nashir.

Asep menilai fokus pengembangan olahraga di tempat Indonesia cuma berputar pada pembinaan atlet. Sementara Korsel, Thailand dan juga negara lain justru mengembangkan kemungkinan devisa dari sektor olahraga.

Ditambahkan, kemungkinan wisata pada pagelaran olahraga terjadi setiap tahun baik berskala Internasional lalu nasional. “Maksud prospek pariwisata disini bukanlah hanya saja pada pagelaran akbar seperti penyelenggaraan Asian Games 2018, SEA Games 2011, Piala Planet U-17 2023, maupun Piala Global Basket 2023 melainkan kegiatan olahraga lain yang tersebut dilaksanakan secara rutin per tahun. Mulai dari Gran Prix MotoGP, Indonesia Open, Bali Marathon, Tour de Singkarak, World Surf League, dan juga lainnya,” kata Kang Asep panggilan akrabnya di keterangan persnya, Hari Sabtu ((16/3/2024).

Indonesia Harusnya Contek Pengembangunan Olahraga dalam Korea Selatan dan juga Thailand

Kang Asep menuturkan Indonesia seharusnya mengembangkan konsep sport tourism atau penyelenggaraan kegiatan olahraga yang dimaksud dipadukan dengan iklan pariwisata. Menurutnya pengembangan sport tourism wajib dilakukan.

“Upaya mengembangkan sport tourism sebenarnya telah lama dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2023, penyelenggaraan MotoGP pada Mandalika berhasil menyumbang perekonomian sebesar Rp4,5 triliyun,” katanya.

Termasuk, lanjut Kang Asep, nilai fantastis tentunya untuk sebuah pagelaran yang digunakan tidak ada memakan waktu lama. Begitupula dengan pelaksanaan Piala Planet U-17 yang digunakan diduga terjadi perputaran uang sebesar RP1,02 triliun.


Meski demikian, ia mencela pengembangan sport tourism pada Indonesia ketika ini. Menurutnya, dengan dibawahi oleh tiga kementerian menyulitkan panitia pelaksana untuk mengurus semua keperluan.

“Sayangnya siapakah perwakilan pemerintah yang mana menjadi pemimpin di isu ini belumlah jelas serta bersifat sectoral. Untuk persoalan pariwisata akan diberikan terhadap Kementerian Peluang Usaha Pariwisata dan juga Perekonomian Kreatif (Kemenparekraf), sedangkan hal-hal yang digunakan menyangkut olahraga diserahkan terhadap Kementerian Pemuda kemudian Olahraga (Kemenpora),” tuturnya.

Related Articles

Back to top button