Nasional

Terseret Kasus SYL, Penyidik KPK Cecar Pengusaha Hanan Supangkat Soal Proyek dalam Kementan

Suarasekadau.co.id – Pengusaha Hanan Supangkat menjalani pemeriksaan sebagai saksi perkara tindakan pidana pencucian uang atau TPPU yang mana menjerat mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Hanan diperiksa penyidik dalam Gedung Merah Putih KPK, Ibukota Indonesia pada Jumat, 1 Maret 2024.

Baca Juga:

Persaingan PDIP di area Dapil Neraka Jakarta: Suara Once Mekel Tackel Eriko hingga Masinton

Siti Atikoh Ungkap Omongan Ganjar masalah Urusan Ranjang yang Membuatnya Makin Cinta

Bukan Ridwan Kamil, Gus Miftah Sebut Sosok Hal ini Kandidat Terkuat Jadi Gubernur Jabar, Hal ini Alasannya

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut, untuk hanan penyidik mencecarnya persoalan proyek pekerjaan di area Kementerian Pertanian (Kementan).

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi antara lain terkait komunikasi antara saksi dengan SYL lalu juga dikonfirmasi mengenai informasi dugaan adanya proyek pekerjaannya di tempat Kementan,” ujar Ali disitir Suara.com, Mulai Pekan (4/3/2024).

Lewat proses pemeriksaan Hanan turut membantu penyidik pada mengungkap perkara pencucian uang SYL.

“Keterangan saksi memperjelas dugaan perbuatan terdakwa SYL lalu pasukan penyidik ketika ini masih terus melengkapi semua informasi terkait pembuktian dugaan TPPU-nya,” ujar Ali.

Terdakwa Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai menjalani sidang dakwaan di area Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Terdakwa Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) usai menjalani sidang dakwaan di tempat Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

SYL, ditetapkan sebagai terdakwa dengan Direktur Alat juga Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Hatta juga Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

Ketiganya diduga melakukan korupsi terdiri dari pemerasan di jabatan bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan, termasuk mengambil bagian dan juga di pengadaan barang kemudian jasa, disertai penerimaan gratifikasi.

SYL selaku menteri pada waktu itu, memerintahkan Hatta dan juga Kasdi menarik setoran senilai Simbol Dolar 4.000-10.000 atau dirupiahkan Mata Uang Rupiah 62,8 jt sampai Mata Uang Rupiah 157,1 jt (Rp15.710 per dolar Amerika Serikat pada 11 Oktober 2023) setiap bulan dari pejabat unit eselon I serta eselon II di tempat Kementan.

Uang itu berasal dari dari realisasi anggaran Kementan yang dimaksud di-mark up atau digelembungkan, juga setoran dari vendor yang mana mendapatkan proyek. Kasus korupsi yang mana menjerat Syahrul terjadi di rentang waktu 2020-2023. Dalam dakwaan Jaksa KPK ketika persidangan SYL disebut melakukan korupsi sebesar Rupiah 44,5 miliar.

Related Articles

Back to top button