Nasional

TPN Ganjar-Mahfud Ungkap Tujuan Mulia Hak Angket Kecurangan pemilihan raya

Suarasekadau.co.id – JAKARTA – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD terus berjuang agar DPR menggulirkan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan pemilihan 2024. Ada satu tujuan mulia dalam balik dorongan mewujudkan hak angket.

Juru Bicara TPN Seno Aryo Bagaskoro mengungkapkan bahwa persoalan pemilihan umum bukan bisa jadi dipandang belaka di konteks hasil. Lebih dari itu ada konteks proses yang tersebut harus rakyat cermati.

“Jika prosesnya penuh intimidasi, dugaan kecurangan, politisasi bansos, intervensi kekuasaan, pelanggaran etik, ini bukan dapat dan juga merta dianggap selesai ketika pilpres berakhir,” kata Seno, Hari Sabtu (2/3/2024).

Proses pemilihan 2024 dinilai perlu dikritisi oleh sebab itu Indonesia masih akan menghadapi pilpres demi pemilihan umum lagi. Di akhir tahun ini ada pilkada serentak. Kemudian ada pilpres lagi pada 2029.

“Jika pola serta cara main kasar, yang mana mana dari para akademisi, guru besar, budayawan, lalu peserta didik sudah ada mengomentari keras dan juga tiada dihiraukan, dalam sinilah penting untuk kekuatan urusan politik lain memberikan check and balance,” ujar Seno.

Seno berpendapat, angket menjadi salah satu solusi yang mana dapat dijadikan opsi untuk check and balance. “Jadi, ini utamanya untuk menjaga kualitas demokrasi kita sekaligus menjaga dari desain masif kekuasaan berhadapan dengan pemilihan umum terjadi di tempat masa yang akan datang,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengaku optimistis akan keberlanjutan hak angket. Perjuangan hak angket akan segera terus dilaksanakan melalui regu khusus yang tersebut sudah pernah dibentuk oleh kubu pemenangan pasangan Ganjar-Mahfud.

“Kemungkinan pemakaian aspek strategi hukum, strategi politik, termasuk masukan dari para pakar telematika, ini tentu cuma nantinya akan menjadi masukan yang digunakan sangat penting dalam di pengambilan kebijakan dari yang mana akan diusulkan, direkomendasikan, oleh regu khusus yang tersebut telah terjadi dibentuk oleh para ketua umum partai urusan politik dengan dengan pasangan calon,” ujar Hasto.

Related Articles

Back to top button